Shadow Puncher (interview)


Genre:
Christian Death Metal
Members:
Max Kevin Ølstøren
Hometown:
Trondheim, Norway
More Information:
CMI: How Shadow Puncher formed? What the purpose of forming this band?
CMI: Bagaimana Shadow Puncher terbentuk? Apa tujuannya?
Max: I wanna give glory to god.
Max: Saya ingin memuliakan Tuhan.

CMI: Why did you choose Shadow Puncher as the band's name?
CMI: Kenapa memilih Shadow Puncher?
Max: It popped up in my head and i thought it sounded logical to what i would do (reffering to the 1st question).
Max: Ini muncul di kepala saya dan menurutku terdengar logis dengan apa yang akan saya lakukan (mengacu pada pertanyaan pertama).


CMI: What is the hardest thing you've ever faced with this band/project?
CMI: Apa hal tersulit yang pernah Anda hadapi dengan band / proyek ini?
Max: Satan try to keep me off spreading the gospel but i have absolutely nothing to worry about, i know that Jesus defeated satan and that he is good and almighty.
Max: Iblis berusaha mencegah saya memberitakan Injil tetapi saya sama sekali tidak perlu khawatir, saya tahu bahwa Yesus mengalahkan iblis, Dia baik dan Mahakuasa.

CMI: what makes you move in the underground music?
CMI: apa yang membuat Anda bergerak di musik underground?
Max: Well, i have a passion for music and for christ and through my faith i wanna share with my brothers and sisters around the world.
Max: Saya memiliki gairah untuk bermusik dan untuk Kristus melalui iman saya, saya ingin berbagi dengan saudara-saudaraku di seluruh dunia.

CMI: Have you ever been rejected by other fellow Christians because of your music? if ever how the story?
CMI: Apakah kamu pernah ditolak oleh saudara kita sesama Kristen lainnya karena musik? Bagaimana ceritanya?
Max: There were some older guys probably around 60s and 70s at a cell group that were giving me a strange mad look when i told i was doing christian death metal.
Max: Ada beberapa orang yang lebih tua mungkin sekitar 60-an dan 70-an di sebuah kelompok sel yang memberi saya pandangan gila yang aneh ketika saya mengatakan musik saya christian death metal.

CMI: Is there a community that is engaged in underground music in norway to reach people outside the church?
CMI: Adakah komunitas yang terlibat dalam musik underground di Norwegia untuk menjangkau orang-orang di luar gereja?
Max: Maybe, i haven't checked it out completely.
Max: Mungkin, saya belum mencari sepenuhnya.

CMI: what do you think about the underground community that moves around the world to reach people outside the church?
CMI: Apa pendapatmu tentang komunitas underground yang bergerak di seluruh dunia untuk menjangkau orang-orang di luar gereja?
Max: I think that is great
Max: Menurutku itu bagus


CMI: Tell us about your album "Shadow Puncher"?
CMI: Ceritakan tentang albummu "Shadow Puncher"?
Max: It's about standing against the evil using the sword of truth and the shield of faith (eph 6:16 and 6:17).
Max: Ini bercerita tentang berdiri melawan kejahatan menggunakan pedang kebenaran dan perisai iman (Efesus 6:16 dan 6:17).

CMI: Why people should hear and buy your album?
CMI: Mengapa orang-orang harus mendengar dan membeli albummu?
Max: Cuz its heavy beyond heavy and it comes with a great message.
Max: Karena album ini sangat cadas dan ditambah dengan pesan yang luar biasa.


CMI: What do you think about Indonesia?
CMI: Apa pendapat Anda tentang Indonesia?
Max: Indonesia is a beautiful country, good community, good food and good metal music.
Max: Indonesia adalah negara yang indah, mempunyai komunitas yang baik, makanan yang enak dan musik metal yang bagus.

CMI: What are your plans for the future?
CMI: Apa rencanamu untuk kedepannya?
Max: Make some more metal albums for the lord.
Max: Membuat beberapa album metal lagi untuk Tuhan.

CMI: Any last word for Indonesian Metalheads?
CMI: Ada pesan-pesan untuk Metalhead di Indonesia?
Max: Be good each to other and listen to dope metal.
Max: Jadilah baik satu sama lain dan dengarkan musik metal yang berkualitas.

Read more

Symphony Of Heaven - The Season Of Death (Album Review)



Album ini sudah rilis 24 November 2017, musik di album ini seperti perpaduan antara doom, black, dan death metal yang dibumbui fill suara strings yang menambah keindahan musik di album ini. Album ini sangat fresh dan tidak monoton, bisa dibilang musik di album ini sangat menjiwai lirik yang ada didalamnya.

Lagu favorit saya dialbum ini adalah Come And Rest, lagu yang menurut saya sangat menyentuh baik secara lirik dan musik ditambah dengan teriakan scream dan growl Logan yang membuat lagu ini hidup.Meski bisa dibilang album ini memiliki suara mastering yang agak menusuk tetapi sangat cocok untuk semua lagu di album ini. Saya tidak memiliki banyak komentar untuk album ini karena kalian bisa dengarkan sendiri.
more information:


Come And Rest, lagu yang 
Read more

Symphony Of Heaven (interview)


Genre:
Christian Extreme Symphonic Death/Unblack Metal
Members:
Logan
Hometown:
Owensville, IN, USA
More Information:

CMI: How Symphony Of Heaven formed? What the purpose of forming this band?
CMI: Bagaimana Symphony Of Heaven terbentuk? Apa tujuannya?
Logan: Symphony of Heaven was formed about a year ago. I finally made the decision to put forth a good effort to make music again. So I go bought the equipment I needed to do it all on my own and just starting writing.
Logan: Logan: Symphony of Heaven terbentuk sekitar setahun yang lalu. Akhirnya saya membuat keputusan untuk berusaha keras membuat musik lagi. Lalu membeli peralatan yang saya butuhkan untuk mengerjakan semuanya sendiri dan baru mulai menulis.

CMI: Why did you choose Symphony Of Heaven as the band's name?
CMI: Kenapa memilih Symphony of Heaven sebagai nama band?
Logan: I chose the name Symphony of Heaven to signify God's Divine Providence over this world and each of our lives. God works all things together for good for those who love Him and are called according to His purpose, and this name seemed to fit that idea very well.
Logan: Saya memilih nama Symphony of Heaven untuk tanda bahwa Pemeliharaan Tuhan ada atas dunia ini dan setiap kehidupan kita. Tuhan mengerjakan semua hal bersama untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia dan dipanggil sesuai dengan tujuan-Nya, dan nama ini sepertinya sesuai dengan gagasan itu.

CMI: Who are your music influences?
CMI: Siapa saja yang mempengaruhi gara bermusikmu?
Logan: My musical influences range from anywhere to the heaviest metal to the softest music around. Specifically metal wise, I was big into metallica in my high school days and thats what I learned alot of on guitar. Metallica, Pantera, Slayer etc. Then as I went on I got into the more extreme stuff, like Dimmu Borgir and Cradle of Filth, Fear Factory, etc. Nowadays I've discovered all the Christian black metal I never knew about, Elgibbor, Horde, etc. All over the metal genres I have influences.
Logan: Pengaruh musik saya berkisar dari mana saja sampai ke musik metal tercadas hingga musik paling lembut. Secara khusus dalam musik metal, saya suka dengan Metallica di masa SMA saya dan dari situlah saya pelajari dengan banyak gitar. Metallica, Pantera, Slayer dll. Lalu saat saya melanjutkan, saya masuk ke hal yang lebih ekstrem, seperti Dimmu Borgir dan Cradle of Filth, Fear Factory, dan lain-lain. Saat ini aku telah mengenal semua Black Metal Kristen yang tidak pernah kuketahui, Elgibbor, Horde, dll. Semua genre metal yang menjadi pengaruhku dalam bermusik.

CMI: Tell us your testimony with Christ in your life?
CMI: Ceritakan kepada kami kesaksianmu bersamaNya dalam hidupmu?
Logan: My testimony is this. I became a born again Christian at age 11 when I made the decision to get baptized and make Jesus the Lord of my life and follow Him. I'm far from perfect, but God is good and loving and has been with me every step of the way. He gave me the ability to make music and I have no choice, I have to make music for Him. I want to make music for Him and hopefully plant seeds of faith in peoples hearts.
Logan: Kesaksian saya begini. Saya menjadi seorang terlahir kembali Kristen pada usia 11 tahun ketika saya membuat keputusan untuk dibaptis dan membuat Yesus menjadi Tuhan dalam hidup saya dan mengikut Dia. Saya jauh dari sempurna, tapi Tuhan itu baik dan penuh cinta dan telah menyertai saya setiap langkahnya. Dia memberi saya kemampuan untuk menulis musik dan saya tidak punya pilihan, saya harus menulis untuk Dia. Saya ingin menulis musik untuk Dia dan semoga menanam benih iman di hati orang-orang.

CMI: What do you think about Indonesia?
CMI: Apa pendapatmu tentang Indonesia?
Logan: I honestly dont know alot about indonesia, lol. I'm sure its a beautiful country. I just dont know what to say about it really, because I'm not so familiar with it.
Logan: sejujurnya nggak tau banyak tentang indonesia, lol. Saya yakin Indonesia adalah negara yang indah. Saya hanya tidak tahu harus berkata apa tentang hal itu, karena saya tidak begitu mengenalnya.


CMI: Tell us about your album "The Season Of Death" mean? is there a story behind it?
CMI: Ceritakan tentang albummu "The Season Of Death"? Apakah ada cerita dibaliknya?
Logan: The album "The Season of Death" came out of the idea of the book of Job and how my life, and everyone's life, relates to that book. Job had lost everything, and didn't understand why. We all can relate to that pain. Job went through his own "season of death", so the ideas were based on different aspects of that story.
Logan: Album "The Season of Death" keluar dari gagasan tentang buku Ayub dan bagaimana hidup saya, dan kehidupan setiap orang, berhubungan dengan buku itu. Ayub kehilangan segalanya, dan tidak mengerti mengapa. Kita semua bisa berhubungan dengan rasa sakit itu. Ayub melewati "musim kematian" sendiri, jadi gagasan didasarkan pada aspek yang berbeda dari cerita itu.

CMI: What is the hardest thing you've ever faced with this project?
CMI: Apa hal terberat yang kamu hadapi dalam membuat project ini?
Logan: The hardest thing I've faced with this project in itself, is pushing myself to not settle for just "ok". Theres things I know i couldve done better with it, but thankfully I had people pushing me to not settle, and to do more, and to do my best.
Logan: Hal tersulit yang saya hadapi adalah project ini sendiri, adalah mendorong diri untuk tidak puas dengan hanya "baik". Ada hal-hal yang saya tahu saya bisa melakukannya lebih baik dengan itu, tapi untungnya saya menyuruh orang-orang mendorong saya untuk tidak menetap, dan berbuat lebih banyak, dan melakukan yang terbaik.


CMI: Why people should hear and buy this album?
CMI: Kenapa orang-orang harus mendengarkan dan membeli album ini?
Logan: People should listen and buy this album if they like extreme heart felt songs. Lyrics that are from the heart, music that tries to convey Gods beauty and wrath, and just all around heavy riffs.
Logan: Orang harus mendengarkan dan membeli album ini jika mereka menyukai lagu yang ekstrem. Lirik yang berasal dari hati, musik yang mencoba menyampaikan keindahan dan kemarahan Tuhan, dan hanya seputar riff yang cadas.

CMI: What are your plans for the future? Any last word for Indonesian Metalheads?
CMI: Apa rencanamu kedepan? Adakah pesan untuk Metalhead di Indonesia?
Logan: My plans for the future are to push ahead and do even more extreme stuff musically. Push myself for heavy riffs, more screeching vocals, and an even more extreme atmosphere. Indonesian metalheads, be sure to pay attention to all the heavy Christian metal coming out of Nosral Recordings and also, be the light Jesus called us to be, even during the tough times. Love you guys!
Logan: Rencanaku untuk masa depan adalah terus maju dan melakukan hal-hal yang lebih ekstrem secara musikal. Mendorong diri saya untuk riff yang cadas, vokal yang melengking, dan atmosfir yang lebih ekstrem. Metalheads Indonesia, pastikan untuk melihat semua Christian Metal yang dirilis dari Nosral Recordings dan juga, jadilah terang yang Yesus panggil, bahkan selama masa-masa sulit. Love you guys!
Read more

Blast From Oblivion (Interview)

Genre:
Horror/Thrash/Punk
Members:
Splatter Guts (Guitars, Bass, Vocal, Drums)
Coffin Ghoul (Live Guitars)
Hometown:
Lansing, NY, USA
More Information:




CMI: Please introduce your band members?
CMI: Tolong perkenalkan anggota bandmu?
Splatter: Coffin Ghoul (Col 3:3) - Live Guitar. And I am the half-skull Ghoul known as Splatter Guts
Splatter: Coffin Ghoul (Kol 3: 3) - Gitar Live. Dan aku adalah goul setengah tengkorak yang dikenal sebagai Splatter Guts


CMI: How was Blast From Oblivion formed? What was the purpose of forming this band?
CMI: Bagaimana Blast From Oblivion terbentuk? Apa tujuan band ini?
Splatter: I’ve played in many bands. In every band I’ve played in it has always gone wrong. Band members coming and going because of girlfriends, work, school, or leaving to start a new band. You name it. It was always happening. I was really fed up! I just wanted to write music. I took a few years away from music & when I felt the time was right I decided I was going to write & record my own solo album. I guess you can say that’s when Blast From Oblivion was born.
Splatter: Saya pernah bermain di banyak band. Di setiap band yang pernah saya mainkan selalu gagal. Anggota band datang dan pergi karena pacar, pekerjaan, sekolah, atau berangkat untuk memulai band baru. Kalian tahu tentang itu. Itu selalu terjadi. Aku benar-benar muak! Aku hanya ingin bermusik. Saya mengambil beberapa tahun lagi dari musik dan ketika saya merasa waktunya tepat, saya memutuskan untuk menulis dan merekam album solo saya sendiri. Saya rasa bisa dikatakan saat itulah Blast From Oblivion lahir.


CMI: Why did you choose Blast From Oblivion as the band's name?
CMI: Mengapa memilih Blast From Oblivion sebagai nama band?
Splatter: It kind of chose me. I just thought it was a cool name and it had a good ring to it.
It has a few different meanings behind it as well. As soon as I heard the words…. Blast From Oblivion? I thought THAT IS AWESOME (Laughs)!
Splatter: Nama ini seperti memilih saya. Menurutku itu nama yang keren.
Ada beberapa arti berbeda di baliknya juga. Segera setelah saya mendengar kata-kata .... Blast From Oblivion? Saya pikir itu KEREN (haha)!


CMI: Who are your music influences?
CMI: Siapa yang berpengaruh di musikmu?
Splatter: So many to choose from. Many influence me in different ways. I’ll give a random list - Ghoul, Cannibal Corpse, Revocation, Abbath, Blitzkid, Calabrese, Gwar, Nekrogoblikon, Carach Angren, In Flames, Obituary, Soilwork, Death, Carcass, The Other. Most are artists that I am currently listening to.
Splatter: Begitu banyak yang bisa dipilih. Banyak yang mempengaruhi saya dengan cara yang berbeda. Saya berikan daftar acak - Ghoul, Cannibal Corpse, Revocation, Abbath, Blitzkid, Calabrese, Gwar, Nekrogoblikon, Carach Angren, In Flames, Obituary, Soilwork, Death, Carcass, The Other. Sebagian besar adalah artis yang saat ini saya dengarkan.


CMI: Tell us your testimony with Christ in your life?
CMI: Ceritakan kesaksianmu dengan Kristus?
Splatter: The best way I could explain it is through music. The first album I did is called To Hell & Back. It is sort of a concept album. Most of that album is all about personal struggle I have dealt with in my life. It is my testimony. 
Splatter: Cara terbaik yang bisa saya jelaskan adalah melalui musik. Album pertama yang saya buat berjudul To Hell & Back. Ini adalah semacam album konsep. Sebagian besar album itu berisi tentang perjuanganku pribadi dalam kehidupanku. Ini adalah kesaksian saya.


CMI: What do you think about Indonesia?
CMI: Apa pendapatmu tentang indonesia?
Splatter: To be honest I don’t know much about it. Though I have heard some pretty awesome haunted places there. Trunyan, Bali where dead bodies are left to rot in bamboo cages. The Octopus House was pretty interesting to read about. I also loved the story about Lawang Sewu, Semarang. This is said to be Indonesia’s most haunted place. You got some really crazy hauntings out there. It’s awesome!
Splatter: Sejujurnya saya tidak tahu banyak. Meskipun saya dengar ada beberapa tempat berhantu yang cukup mengagumkan di sana. Trunyan, Bali dimana mayat dibiarkan membusuk di bambu. Rumah gurita, cukup menarik untuk dibaca. Saya juga menyukai cerita tentang Lawang Sewu, Semarang. Hal ini dikatakan sebagai tempat paling angker di Indonesia. Kalian punya hantu-hantu yang benar-benar gila di luar sana. Itu mengagumkan!



CMI: Tell us about your album "Restrained" mean? is there a story behind it?
CMI: Ceritakan tentang album "Restrained"? apakah ada cerita dibalik itu?
Splatter: Restrained was supposed to be a concept album. Instead it turned into a collection of story’s based on Insanity. Living in a world filled with murder, rape, suicide, etc. It’s enough to drive a human Insane! I admit, writing these lyrics were difficult & made me a little crazy. When recording vokills there was a very dark presence in the atmosphere. Some very strange things kept happening. Static noise was behind some of the vocal tracks. So I had to keep re-recording these tracks. That was so frustrating because Vocals are the hardest for me to record. I kept having nightmares. Some were recurring. So many more creepy things happened in the making of Restrained that you would not believe. 
Splatter: Restrained seharusnya menjadi album konsep. Sebaliknya itu berubah menjadi kumpulan cerita berdasarkan kegilaan. Tinggal di dunia yang penuh dengan pembunuhan, pemerkosaan, bunuh diri, dan sebagainya. Cukuplah untuk membuat manusia gila! Kuakui, menulis lirik ini memang sulit dan membuatku sedikit gila. Saat merekam vokills ada kehadiran yang sangat gelap di atmosfer. Beberapa hal yang sangat aneh terus terjadi. Suara statis berada di belakang beberapa track vokal. Jadi saya harus terus merekam ulang lagu-lagu ini. Itu sangat menyebalkan karena Vokal adalah yang paling sulit untuk saya rekam. Aku terus mengalami mimpi buruk. Ada yang berulang. Begitu banyak hal menyeramkan yang terjadi dalam pembuatan Restrained pasti kalian tidak akan percaya.




CMI: What is the hardest thing you've ever faced with this band?
CMI: Apa hal tersulit yang pernah dihadapi band ini?
Splatter: Nothing major. Recently I started playing live acoustic shows. I got a guitarist (Coffin Ghoul) to help with it & soon to help write some new material. I think so far the hardest part was to transform some of these songs acoustically. Changing record labels recently was not easy either. 
Splatter: Tidak ada yang besar. Baru-baru ini saya mulai bermain live acoustic shows. Saya mendapat gitaris (Coffin Ghoul) untuk membantu saya dan setelah itu membantu saya menulis beberapa materi baru. Menurut saya sejauh ini bagian tersulit adalah mengubah beberapa lagu ini secara akustik. Mengubah label rekaman baru-baru ini juga tidak mudah.


CMI: What are your plans for the future? Any last words for Indonesian Metalheads?
CMI: Apa rencanamu kedepan? Ada pesan untuk Metalhead di Indonesia?
Splatter: Starting early next year we are going to start writing and recording a new album. This will be the first album with someone other than me playing everything. It is going to be an acoustic horror album. Dave Besanson who did my first 3 album covers is already working on the 3rd cover. So were very excited about that. We will also be planning on playing more shows. New merch coming soon too. And as for the Indonesian metalheads… Buy my new album and Support the HORROR!!! Thank you for this interview.
Splatter: Mulai awal tahun depan kita akan mulai menulis dan merekam album baru. Ini akan menjadi album pertama dengan seseorang selain saya yang bermain segalanya. Ini akan menjadi album horor akustik. Dave Besanson yang mengerjakan 3 cover album pertama saya sudah mengerjakan cover ke 3. Saya sangat senang. Kami juga akan berencana untuk bermain live lebih banyak. Album baru segera akan datang. Dan untuk metalheads Indonesia ... Beli album baru saya dan Support HORROR !!! Terima kasih untuk interview ini.



Read more

Children Of Wrath (interview)


Genre:
Black/Death Metal

Members:
Luke Dinan

Hometown:
Phoenix, Arizona, USA

More Information:

CMI: How Children Of Wrath formed? What the purpose of forming this band/project?
CMI: Bagaimana Children Of Wrath terbentuk? Apa tujuan terbentuknya band / proyek ini?

Luke: Children of wrath was formed about a year after I became a Christian again. I always wanted to make a metal project and I didn't have a lot of good Christian metal to listen to so I figured I'd try making my own. I've had my own studio for a long time and I've been recording my own music forever. I can produce a variety of styles but metal was one I hadn't done yet.
Luke: Children Of Wrath dibentuk sekitar satu tahun setelah saya menjadi seorang Kristen lagi. Saya selalu ingin membuat proyek metal dan saya tidak banyak mendengarkan lagu christian metal yang baik sehingga saya mencoba membuat keputusan sendiri. Saya punya studio saya sendiri sudah lama dan saya merekam musik saya sendiri terus-menerus. Saya bisa menghasilkan berbagai style musik tapi metal adalah salah satu yang belum pernah saya kerjakan.


CMI: Why did you choose Children of Wrath as the band's name?
CMI: Kenapa kamu memilih Children of Wrath sebagai nama band?

Luke: Children of Wrath comes from a line in Ephesians 2:3. It talks about how we all used to be before we were redeemed by Christ. I thought it sounded like a cool band name. I like 3 word names lol . Reminded me of Cradle of Filth.
Luke: Nama Children Of Wrath dari sebuah ayat dalam Efesus 2:3. Yang berbicara tentang bagaimana kita semua dulu sebelum kita ditebus oleh Kristus. Menurut saya itu nama band keren. Saya suka 3 kata untuk sebuah nama lol. Mengingatkan saya pada Cradle of Filth.


CMI: Tell us about your album "No Flesh Spared" mean? is there a story behind it?
CMI: Ceritakan tentang album "No Flesh Spared", apakah ada cerita dibalik itu?

Luke: No flesh spared comes Matthew 24:22. It references the future during the end times and the death and devastation that will ensue. It talks about how if the days were not cut short for the sake of God's chosen, everyone would be dead. Once again I like 3 word titles, and it sounds like an awesome metal album title. It's sort of a triple entendre because of the bible verse, the death metal vibe, and it makes it sound like I killed myself (figuratively) to make the album. I remembered the verse in the shower. I thought the album was done and then I heard the whole chorus, as you hear it on the album, in my head. I jumped out of the shower and started recording the song!
Luke: No Flesh Spared saya dapat dari Matius 24:22. Ini mengacu pada masa depan selama masa akhir dan kematian dan kehancuran yang akan terjadi. Ini berbicara tentang bagaimana jika hari-hari tidak dipersingkat, semua orang akan mati. Sekali lagi saya suka 3 judul kata, dan kedengarannya seperti judul album metal yang mengagumkan. Ini semacam tiga entendre karena ayat Alkitab, getaran death metal, dan ini terdengar seperti saya bunuh diri (kiasan) untuk membuat album ini. Aku teringat ayat itu di kamar mandi. Kupikir album itu selesai dan kemudian aku dengarkan keseluruhan chorusnya, seperti yang kamu dengar di album, di kepalaku. Aku keluar dari kamar mandi dan mulai merekam lagunya!
Get No Flesh Spared HERE


CMI: Who are your music influences?
CMI: Siapa yang mempengaruhi musikmu?
Luke: My musical influences are (in no order of genre or importance): Zao, septic flesh, cradle of filth, dimmu borgir, chatterbox, Yanni, Dead Can Dance, Joy Electric, The Smashing Pumpkins, Opeth, Marilyn Manson. Now I don't necessarily listen to all of those artists anymore but they are all hugely effected me at one point or another in my life.
Luke: Yang mempengaruhi musik saya (tanpa urutan genre atau kepentingan): Zao, septic flesh, cradle of filth, dimmu borgir, chatterbox, Yanni, Dead Can Dance, Joy Electric, The Smashing Pumpkins, Opeth, Marilyn Manson. Sekarang saya tidak selalu mendengarkan semua artis itu lagi tapi semuanya sangat mempengaruhi saya dalam satu hal dalam hidup saya.


CMI: Tell us your best testimony with Christ in your life?
CMI: Ceritakan kesaksianmu dengan Kristus dalam hidupmu?

Luke: I had done away with my faith for 15 years or more. I was raised in faith, used to play on the worship team in church twice a week, etc. A few years ago I was really doubting my decision about my faith and there were a number of reasons why that were working on me. I decided to go off roading in an area that I'd gone to before one weekend. I went further than I'd ever gone and I ended up getting hurt and severely lost out in the desert. I ended up crying out to God to save me and I managed to limp out of the desert without my minibike and get picked up on a road after 4-5hrs of walking with nothing but my bearings, some water, and no coverage except pants and a t-shirt. I looked like a lobster lol! But after that I knew I was just fooling myself about denying Christ and shortly thereafter another set of circumstances occured that got me back into church. Then not long after that I formed Children of Wrath and started writing "No Flesh Spared" and finished it in about 9 months.
Luke: Saya telah membuang iman saya selama 15 tahun atau lebih. Saya dibesarkan dalam iman, biasa bermain di tim penyembahan di gereja dua kali seminggu, dan lain-lain. Beberapa tahun yang lalu saya benar-benar meragukan keputusan saya tentang iman saya dan ada beberapa alasan mengapa hal itu berhasil pada saya. Saya memutuskan untuk pergi dari jalan di daerah yang pernah saya kunjungi sebelum satu akhir pekan. Aku melangkah lebih jauh dari yang pernah kulewati dan akhirnya aku terluka parah dan tersesat di padang pasir. Saya akhirnya menangis kepada Tuhan untuk menyelamatkan saya dan saya berhasil terlempar keluar dari padang pasir tanpa minibike saya dan dijemput di jalan setelah 4-5hrs berjalan tanpa apa-apa kecuali bantalan, air, dan tidak ada yang kupakai kecuali celana dan T-shirt. Aku tampak seperti lol lobster! Tapi setelah itu saya tahu bahwa saya hanya membodohi diri sendiri untuk menolak Kristus dan segera setelah itu ada beberapa situasi lain yang membuat saya kembali ke gereja. Kemudian tidak lama kemudian saya membentuk Children of Wrath dan mulai menulis "No Flesh Spared" dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar 9 bulan.


CMI: What do you think about Indonesia? Would you like to have a gig in Indonesia someday?
CMI: Apa pendapatmu tentang indonesia? Apakah kamu ingin manggung di Indonesia suatu hari nanti?

Luke: I am not very informed about Indonesia but from what I've seen from label mate Daniel Madha of Enemy of Satan, it seems like there is a thriving independent Christian metal scene there. I'd love to play a show anywhere that anyone would like to hear me. Right now that's not exactly possible even stateside as I play every instrument myself and I have complicated backing arrangements. I feel like I'm short about 8 people sometimes haha.
Luke: Saya tidak terlalu tahu tentang Indonesia tapi dari apa yang saya lihat dari teman label saya Daniel Madha dari Enemy Of Satan, sepertinya ada scene metal kristen independen yang berkembang di sana. Saya ingin sekali bermain di mana saja yang ingin didengar orang. Saat ini tidak mungkin bahkan di Amerika Serikat karena saya memainkan semua instrumen sendiri dan saya memiliki pengaturan dukungan yang rumit. Saya merasa seperti sekitar 8 orang yang dijadikan satu terkadang haha.


CMI: What are your plans for the future? Any last word for Indonesian Metalheads?
CMI: Apa rencanamu kedepan? ada pesan untuk Metalhead di Indonesia?

Luke: My plans for the future are to finish this follow up to "No Flesh Spared", and then maybe take a short break from metal before I write the third album. I thought I was going to take a break before the 2nd album though but I can't stop writing! The second album is called "Supernatural Dimensions". It's coming along quite nicely. I have 6 songs done for it right now and in tandem I'm also reworking the overall sound mastering process. It's still going to be heavy and brutal but there is going to be some surprises on the album. Don't worry, it's still going to be a Children of Wrath album. It's just an evolution of certain elements that were present in the first album. I don't want to make the same album twice. I'm getting very positive feedback about it from the great artists at Nosral Recordings. I feel like I have to make these albums because we are fighting a culture war for the heart and soul of this country and the world right now. I've gotten a lot more perspective on what's available in the indie Christian metal scene since I started CoW but I am still driven to make it under the premise that there is not a lot of good sounding Christian extreme metal that has an unimpeachable message of the Word of God. I will be having a preview of the new album sooner rather than later. Stay tuned to my Twitter!
Luke: Rencanaku untuk masa depan adalah menyelesaikan tindak lanjut ini sampai "No Flesh Spared", dan mungkin butuh istirahat sejenak dari musik metal sebelum aku menulis album ketiga. Saya akan beristirahat sebelum album ke 2 meskipun saya tidak bisa berhenti menulis! Album kedua "Supernatural Dimensions". Sudah berjalan cukup baik sejauh ini. Saya memiliki 6 lagu untuk saat ini dan bersamaan saya juga mengolah keseluruhan proses penguasaan suara secara keseluruhan. Ini akan menjadi heavy dan brutal tapi akan ada beberapa kejutan di album ini. Jangan khawatir, ini masih akan menjadi album Children of Wrath. Hanya akan ada evolusi elemen tertentu yang hadir di album pertama. Saya tidak ingin membuat album yang sama dua kali. Saya mendapatkan umpan balik yang sangat positif tentang hal itu dari para seniman hebat di Nosral Recordings. Saya harus membuat album ini karena kita sedang memperjuangkan perang budaya untuk hati dan jiwa negara ini dan dunia saat ini. Saya mendapatkan lebih banyak perspektif tentang apa yang tersedia di dunia musik kristen indie sejak saya memulai kontrak tapi saya masih terdorong untuk membuatnya di bawah premis bahwa tidak banyak metal ekstrem Kristen yang terdengar bagus yang memiliki pesan yang tidak dapat dipungkiri dari Firman Tuhan. Saya punya preview album baru. Nantikan Twitter saya!


CMI: You are the sound engineer for mastering all songs in Nosral Recordings, since when did you learn mastering? and learn from where about mastering?
CMI: Kamu adalah sound engineer untuk mastering semua lagu di Nosral Recordings, sejak kapan belajar mastering? dan belajar dari mana tentang mastering?

Luke: I've been into recording my own music since I was a very young child. I used to record myself on a Casio Rap Master keyboard with an old tape player that had one of those embedded mics. Later I made my own 1/4" to 1/8" cable to get my guitar plugged into my ancient Pentium 133 and use some sort of primitive stereo program, I think it was sound recorder, to layer a few tracks. Later on my mom got me this Optimus keyboard that had much better onboard sounds than the Rap Master. It could internally record 6 tracks I think plus one live. However it did not have a sequencer to correct timing mistakes. I used to toil away at that when everyone was asleep. I had a 3 track electronic EP called Starlight back in the day when MP3.com was brand new. When I joined the Air Force I specifically picked a job with a bonus so I could buy some really good recording equipment. I got a Zoom MRS-8 8 track hard drive recorder with onboard effects, good monitors, and I had an 88 key keyboard this time that was the big brother of the Optimus. I got into sequencers and eventually I was using every piece of hardware in concert in ways I never thought of. I eventually was reaching the limits of what I could do with that hardware so I got a 12 track recorder, than eventually a 16, then eventually I would reach 16 tracks, bounce them down to a stereo track, and wipe the others so I could have 15 more tracks to work with on top of the 16 I just bounced down. That wasn't very feasible in the long run. Eventually I used grant money to get an old Imac for college in 2011. I'm typing on it right now. I saved up and got Logic Pro, which is what most of the big studios use if they don't use ProTools. I just taught myself everything with that program (I still use it today though on a more powerful mac) with a little help from Google and forums every now an then. I bought 2 books on home recording to fill in the blanks and I read a lot of articles online about technique. The rest of it just comes from hammering away at my own songs for the better part of my life trying to build a better mousetrap as the saying goes. I am very blessed to have intersected with Michael Larson at Nosral Recordings and getting to put my imprint on the releases. I've always dreamed of doing what I'm doing right now - being a recording artist with enough studio smarts to be working on other people's projects. I thank God for the opportunity. My word for Indonesian metalheads is to keep on creating music for Christ and keep growing the scene. There's a demand and room for metal and its subgenre variants in all cultures. The youth need you!
Luke: Saya pernah merekam musik saya sendiri sejak masih kecil. Dulu saya merekam di keyboard Casio Rap Master dengan tape recorder lama yang ada mikrofon tertanam disitu. Kemudian saya membuat kabel 1/4 "1/8" saya sendiri agar gitar saya terhubung ke Pentium 133 kuno dan menggunakan beberapa jenis program stereo primitif, saya pikir itu adalah perekam suara, untuk layer beberapa trek. Kemudian ibuku memberiku keyboard Optimus ini yang memiliki suara onboard jauh lebih baik daripada Rap Master. Bisa merekam secara internal 6 lagu ditambah satu live. Namun tidak memiliki sequencer untuk temponya. Dulu saya bekerja keras saat semua orang tertidur. Saya punya 3 track electronic EP dengan nama Starlight pada hari ketika MP3.com masih baru. Ketika saya bergabung dengan Angkatan Udara, saya secara khusus memilih pekerjaan dengan bonus sehingga saya dapat membeli beberapa peralatan recording yang sangat bagus. Saya punya perekam perekam track Zoom MRS-8 8 track dengan efek onboard, monitor yang bagus, dan saya memiliki keyboard dengan keys 88 kali ini adalah kakak dari Optimus. Saya mulai masuk ke sequencer dan akhirnya saya menggunakannya untuk setiap hardware dalam konser dengan cara yang tidak pernah saya pikirkan. Saya akhirnya mencapai batas dari apa yang bisa saya lakukan dengan hardware itu hingga saya punya 12 track recorder, dan pada akhirnya menjadi 16, kemudian akhirnya ketika saya akan mencapai 16 track recorder, memantapkannya ke jalur stereo, dan sehingga saya memiliki 15 lebih trek untuk bekerja di atas 16. Tidak terlalu layak dalam jangka panjang. Akhirnya saya menggunakan uang saya untuk membeli Imac tua untuk kuliah di tahun 2011. Saya mengetiknya disini sekarang. Saya menabung dan mendapatkan Logic Pro, yang kebanyakan digunakan oleh studio besar jika mereka tidak menggunakan ProTools. Saya baru saja belajar segala sesuatu dengan program itu (saya masih menggunakannya hari ini di mac yang lebih kuat) dengan sedikit bantuan dari Google dan forum sampai saat ini. Saya membeli 2 buku tentang home recording untuk mengisi kekosongan dan saya membaca banyak artikel online tentang teknik. Sisanya hanya dari lagu saya sendiri untuk yang lebih baik dari hidup saya mencoba untuk membangun perangkap tikus yang lebih baik seperti kata pepatah. Saya sangat diberkati telah mengenal Michael Larson di Nosral Recordings dan merilis album tersebut. Saya selalu memimpikan melakukan apa yang saya telah lakukan saat ini - menjadi recordings artist dengan kemampuan di studio yang cukup untuk mengerjakan proyek orang lain. Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan itu. Pesan saya untuk metalhead di Indonesia adalah terus menciptakan musik untuk Kristus dan terus berkembang. Ada permintaan dan ruang untuk metal dan semua subgenre di semua budaya. Anak-anak muda membutuhkanmu!

Read more

Blast From Oblivion - Restrained (SkyBurnsBlack Records)


Album ini dibuka dengan Silent Screams lagu dengan petikan gitar dengan nuansa horror sedikit terdengar seperti black metal. Lagu kedua Haunted Apparition mengawali hentakan album ini. Nychtophobia petikan gitar doom metal dipadukan dengan hentakan punk. 

Bloodlust yang menjadi single album ini sangat mudah dinikmati semua kalangan pendengar musik tetapi tidak meninggalkan unsur punknya. Dilanjutkan dengan lagu yang memiliki tempo paling cepat di album ini Brain Splattered Matter, blasting ala Black Metal dipadukan dengan indah dengan punk, lagu yang berdurasi 1:24 menit ini menjadi favorit saya sejauh ini.

Flesh Disorder lagu yang mempunyai nuansa paling emosional di album ini, unsur doom metal sangat kental pada petikan gitar akustiknya dipadukan hentakan musik pujian penyambahan dengan distorsi gitar. Thoughts & Prayers II lagu instrumental melodi gitar yang entah kenapa saya mendengarnya seperti irama gamelan tradisional jawa. 

Dilanjutkan dengan Bloodsuckers (Stody Of A Lost Boy) yang memiliki gaya punk yang kental. Wake The Dead, lagu melodic punk yang cukup enak didengar dengan intro heavy metal. Mental Wasteland mencampur aduk metal dan punk dengan unik dengan tempo yang lebih cepat. 

Undead Horde membawa kita ingin ikut berteriak "Brainless! Undead Horde!". Jekyll & Hyde membawa nuansa black metal dan doom metal, kali ini sangat kental dengan blasting diikuti petikan gitar doom metal. Stench Of Flesh menutup album ini dengan nuansa horror yang epic.

Keseluruhan album ini sangat unik dengan mencampur aduk punk, hardcore, metal, black metal, hingga doom dikemas dengan rapi dan masih cukup enak di dengarkan. Dari segi lirik album ini memiliki sedikit unsur gore, horror yang dikemas rapi tetapi sangat bermakna. Album ini membawa angin segar yang fresh bagi anda yang suntuk dengan musik metal mainstream kebanyakan.

Review by Daniel Madha

More Information:
Read more

Ascending King (Interview)


Genre:
Spirit filled Black/Doom Metal 

Members:
Aaron Kirby (Ruah)

Hometown:
Midlothian, Texas, USA

More Information:

CMI: Why did you choose Ascending King as the band's name?
CMI: Kenapa memilih Ascending King sebagai nama band? 

Aaron: I felt it was appropriate for what I am trying to do. Spread the Gospel of Jesus Christ. I liked the way it sounded and I feel it is a powerful name.
Aaron: Saya merasa nama itu sesuai dengan apa yang saya coba lakukan. Mengabarkan Injil Yesus Kristus. Saya menyukainya dan saya merasa itu adalah nama yang hebat.


CMI: How was Ascending King formed? What was the purpose of forming this band/project?
CMI: Bagaimana Ascending King terbentuk? Apa tujuan terbentuknya band / proyek ini?
Aaron: I was the vocalist of a secular metalcore band Dryline from 1999-2008. We were on Zerosum Recordings and toured the country a lot. After taking some years off from music I started getting "the itch" again to write. I have wanted to do a project of heavier music all by myself so I thought this is the best time. With a family and career I don't have a lot of time for a band that plays live all the time and practices just as much. I wanted to be able to write freely from my heart and soul. I felt God push me in this direction musically and lyrically. I know it is God because this has been a great ride so far.
Aaron: Saya pernah menjadi vokalis band metalcore sekuler Dryline dari tahun 1999-2008. Kami ada di Zerosum Recordings dan sering mengunjungi negara ini. Setelah mengambil beberapa tahun vakum dari musik saya mulai ingin "gatal" lagi untuk menulis. Saya ingin membuat proyek musik yang lebih cadas sendirian, jadi saya pikir inilah saat terbaik. Karena keluarga dan karir, saya tidak punya banyak waktu untuk sebuah band yang bermain live setiap saat dan berlatih sama seperti kebanyakan musisi lain. Saya ingin bisa menulis dengan bebas dari hati dan jiwa saya. Saya merasa Tuhan mendorong saya ke arah ini secara musik dan lirik. Saya tahu ini semua karena Tuhan yang membuat perjalanan yang sangat baik sejauh ini.

CMI: Tell us about what your album "Funeral of a Species" mean? is there a story behind it?
CMI: Beritahu kami tentang album "Funeral of a Species" album Anda? apakah ada cerita dibalik itu?

Aaron: It's is a concept record about the last days on Earth before the Great Return of Christ. My interpretation of course. Taken from Scripture. Every song is in a certain order telling the story through my eyes given to me, I feel, by God.
Aaron: konsep rekaman ini tentang hari-hari terakhir di Bumi sebelum Kembalinya Kristus. Tentu saja interpretasi saya. Diambil dari Kitab Suci. Setiap lagu dalam urutan tertentu menceritakan kisah itu melalui sudut pandang yang diberikan kepadaku, yang aku rasakan, untuk Tuhan.

Get Funeral of a Species HERE 

CMI: Who are your music influences?
CMI: Siapa yang mempengaruhi musikmu?
Aaron: A wide range secular and Christian artists. Striborg, Elgibbor, Horde, Suspiria Profundis, Sleep, Wolves in the Throne Room, Sunn)))O, Fear Of Ghost, Bell Witch, Wise As Serpents, Sigur Rós, Lament Cityscape, Xasthur, Sea Witch. That's just as of late. The list gets a lot longer and a lot wider range going back to the beginning of my musical career.
Aaron: Musisi sekuler dan Kristen secara luas. Striborg, Elgibbor, Horde, Suspiria Profundis, Sleep, Wolves in the Throne Room, Sunn)))O, Fear Of Ghost, Bell Witch, Wise As Serpents, Sigur Rós, Lament Cityscape, Xasthur, Sea Witch. Itu baru akhir-akhir ini. Daftar ini akan lebih panjang dan rentang yang jauh lebih luas jika kembali ke awal karir musik saya.

CMI: Tell us your best testimony with Christ in your life?
CMI: Tolong ceritakan kesaksianmu dengan Kristus?
Aaron: I grew up in the Baptist Church in East Texas. Once I hit my late teens I stopped going. It wasn't until my mid 20s that I started feeling the need for Christ again. Thanks to my wife for getting me back in church, my flame was relit. I am on fire for Christ! He has been very apparent in mine and my family's lives. I have had my issues with anxiety and depression. He is the only thing that has brought me out of it. It is through Him I have hope. Nothing else. No man or material desire can do what He does. We are at a time where Satan has infiltrated modern culture. Secular Humanism is on the rise at an exponential rate. We must acknowledge it and fight against it. This is a spiritual battle. If you are victorious in the spirit realm the flesh will fall to the feet of God.
Aaron: Saya dibesarkan di Gereja Baptis di Texas Timur. Setelah saya mencapai akhir remaja saya berhenti pergi kegereja. Baru pada usia pertengahan 20an, saya mulai merasakan butuh bertemu Kristus lagi. Berkat istri saya yang membawa saya kembali ke gereja, api saya menyala kembali. Aku terbakar untuk Kristus! Dia sangat terlihat dalam hidupku dan keluarga saya. Saya memiliki masalah dengan kecemasan dan depresi. Dia adalah satu-satunya hal yang telah membawa saya keluar dari sana. Melalui Dia saya memiliki harapan. Tidak ada lagi. Tidak ada keinginan manusia atau material yang bisa melakukan apa yang Dia lakukan. Kita berada di saat Setan telah menyusup ke dalam budaya modern. Humanisme sekuler semakin meningkat pada tingkat eksponensial. Kita harus mengakuinya dan melawannya. Ini adalah pertempuran spiritual. Jika Anda menang dalam dunia roh, daging akan jatuh ke kaki Tuhan.

CMI: What do you think about Indonesia?
CMI: Apa pendapatmu tentang indonesia?
Aaron: I think it's a beautiful country with some great people in it! I have had fans in my old band out there and fans now for Ascending King. It is a scene that is on the rise and will spread the Word of God and metal to the masses!
Aaron: Menurut saya Indonesia adalah negara yang indah dengan beberapa orang hebat di dalamnya! Saya punya penggemar di band lama saya di sana dan penggemar sekarang (Ascending King). Scene ini sedang naik daun dan akan terus mengabarkan Firman Tuhan dan metal kepada dunia!

CMI: What is the hardest thing you've ever faced with this project/band?
CMI: Apa hal tersulit yang pernah Anda hadapi dengan proyek / band ini?
Aaron: Honestly not much so far. Other than myself in the writing process. Musicians and artists know what I'm talking about. Always wondering if you could do something better and rewriting and recording. Sometimes I just have to stop, know I've done what I am capable of and move on if that makes sense. I have had great reactions to my record thus far. I hope it keeps going for a while haha!
Aaron: Jujur tidak terlalu banyak. Selain saya sendiri di dalam proses penulisan. Musisi dan seniman tahu apa yang saya bicarakan. Selalu bertanya-tanya apakah Anda bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dan menulis ulang dan merekam. Terkadang saya harus berhenti, tahu bahwa saya telah melakukan apa yang mampu dan saya lakukan jika itu masuk akal. Saya puas terhadap rekaman saya sejauh ini. Saya berharap itu terus berlanjut untuk kedepannya haha!

CMI: What are your plans for the future? Any last word for Indonesian Metalheads?
CMI: Apa rencanamu untuk kedepannya? Ada pesan untuk Metalhead di Indonesia? 

Aaron: Myself and Nosral Recordings have some really good ideas for me coming up in the near future. I'm working on new material now. Not sure on a release time but should be beginning of 2018. I plan on doing this as long as The Lord lets me. The Christian metal community is a great thing to be a part of. And to all those Indonesian metalheads, keep on doing what you are doing! You are making waves all over the world in the metal realm. Remember that. We are all brothers and sisters in Christ. No matter the distance. Stay strong in the name of God! Thanks to everyone out there who has listened to my record and supported me so far! I love each and every one of you in Jesus' name!
Aaron: Saya dan Nosral Recordings memiliki beberapa ide yang baik untuk saya dalam waktu dekat. Saya sedang mengerjakan materi baru sekarang. Tidak yakin pada waktu rilis tapi harus dimulai tahun 2018. Saya berencana melakukan ini selama Tuhan mengizinkan saya. Komunitas metal Kristen adalah hal yang hebat untuk menjadi bagiannya. Dan untuk semua metalheads Indonesia, terus lakukan apa yang sedang Anda lakukan! Anda membuat ombak di seluruh dunia di alam metal. Ingat bahwa. Kita semua adalah saudara dan saudari di dalam Kristus. Tidak masalah jaraknya. Tetap kuat atas nama Tuhan! Terima kasih kepada semua orang di luar sana yang telah mendengarkan lagu saya dan mendukung saya sejauh ini! Saya mencintai kalian semua dalam nama Yesus!

Read more

Hand Of Fire - Nuclear Sunrise (Rottweiler Records)


Dibentuk pada tahun 2015, Hand of Fire dibentuk dari empat musisi veteran dari seluruh Bay Area. Dipimpin oleh pria terdepan dari band legendaris thrash, Vengeance, Jim Settle. Diproduseri oleh Juan Urteaga, orang yang telah lama memproduseri band-band metal besar seperti Testament, Exodus, dan Machine Head di Trident Studios di Pacheco, California, hanya masalah waktu sebelum Hand of Fire membuat speaker Anda terbakar dengan rilis perdana mereka Nuclear Sunrises bersama Rottweiler Records.

Nuclear Sunrises memuat delapan lagu yang siap menghentak telinga Anda. Dibuka dengan Let The Killings Begin lagu pembuka yang sempat menjadi single pada tahun 2016. Some Will Say mengingatkan kembali hentakan khas trash metal Pantera, Megadeth, sedikit seperti Meshuggah. The Prophecy membawa pesan yang dalam tentang nubuatan masih dengan hentakan khas trash metal.

Reap What You Sow, lagu yang sedikit mengandung unsur hardcore pada endingnya. Nuclear Sunrise memberi riff yang cepat seperti machine gun. Bleeding Out hentakan cepat double pedal terasa dari awal hingga akhir lagu. Burn It Down akan menghentak anda dengan riff seperti Megadeth, Slayer, sedikit Metallica. Lagu terakhir Walk It Off menutup dengan manis album ini. 

Keseluruhan lagu dalam album ini mempunyai ciri khas masing-masing yang layak menjadi koleksi.
Review by Daniel Madha


PRE ORDER HAND OF FIRE - NUCLEAR SUNRISE

Read more

My Darkest Time (interview)


Genre:
Gothic/Doom/Death metal

Members:
Zarko (Music, Lyrics, Vocal)
Marina (Vocals, Vocal Arrangement)

Hometown
Skopje

More Information:
bandcamp


Q: Please introduce your band members?
Q: Tolong perkenalkan anggota band kalian?
A: Marina Atanasova - vocal
Zarko Atanasov - all music & growl vocals
Also we have guest musicians on our albums.
A: Marina Atanasova - vokal
Zarko Atanasov - semua musik & growl vokal
Kami juga memiliki musisi tamu di album kami.


Q: How My Darkest Time formed? What the purpose of forming this band?
Q: Ceritakan bagaimana My Darkest TIme terbentuk dan apa tujuannya?
A: I start this project as a one man band including guests. The purpuse was love for making music and way to spread and remember my darkest time of my life.
A: Saya memulai proyek ini sebagai band satu orang termasuk tamu. Tujuannya adalah cinta untuk bermusik dan cara saya untuk menyebarkan dan mengingat waktu tergelap saya di hidup saya.


Q: Why did you choose My Darkest Time as the band's name?
Q: Kenapa memilih My Darkest Time sebagai nama band?
A: I choose that name because I have story and testimony to spread about my hardest period fighting cancer.
A: Saya memilih nama itu karena saya memiliki cerita dan kesaksian untuk menyebarkan tentang masa paling sulit saya melawan kanker.


Q: Who are your music influences?
Q: Siapa saja yang mempengaruhi gaya bermusik kalian?
A: 100% trying to not have any influence in my music
A: saya 100% mencoba untuk tidak memiliki pengaruh apapun dalam bermusik


Q: Do you guys have a testimony with Christ in your life?
Q: Tolong ceritakan kesaksian kalian bersama Yesus Kristus?
A: I became a christian in 1998; This was a miracle for me. My life is a long, long story in which a lot of amazing things happened. I will never forget the day when I got sick. It was February 21st 1999, when I went to the hospital to check out what I thought was a little problem with my health.
Saya menjadi seorang Kristen pada tahun 1998; Ini adalah sebuah keajaiban bagi saya. Hidup saya adalah sebuah cerita panjang, di mana banyak hal-hal menakjubkan terjadi. Saya tidak akan pernah melupakan hari ketika saya sakit. Itu 21 Februari 1999, ketika saya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan apa yang saya pikir hanya sedikit masalah dengan kesehatan saya.

When I was examined, I overheard the doctors debating my physical condition: "It is a tumor or is it cancer?" I was in a shock when I heard this, and at that moment my whole life reversed in my mind's eye. Please, understand that it only takes one terrible thing to change your mental perception of life.
Ketika saya diperiksa, saya mendengar dokter berdebat kondisi fisik saya: "Ini tumor atau kanker" Saya shock ketika saya mendengar hal ini, dan pada saat itu seluruh hidup saya terbalik di mata pikiran saya. Tolong mengerti bahwa hanya dibutuhkan satu hal yang mengerikan untuk mengubah persepsi mentalmu dalam hidup.

On that day, the life that I lived had died. From then on, I started to live a different life. I have been through many, many tests. My mind has been very dark, which is difficult for me to explain.
Pada hari itu, kehidupan yang saya miliki telah pergi. Sejak saat itu, saya mulai menjalani kehidupan yang berbeda. Saya telah melalui banyak, banyak tes. Pikiranku sudah sangat gelap, sulit bagi saya untuk menjelaskan.

First the doctors said that it was not a tumor, but something else. But later they said that there was a maligant tumor in my body. Coming to this conclusion was a lengthy procedure. I thought about my life before this.
Pertama dokter mengatakan bahwa itu bukan tumor, tetapi sesuatu yang lain. Tapi kemudian mereka mengatakan bahwa ada tumor maligant dalam tubuh saya. Untuk mendapatkan kesimpulan ini membutuhkan prosedur yang panjang. Saya memikirkan tentang hidup saya sebelum ini.

All happended, that sickness, that horror, I've noticed that I am not strong (before it something happens we thought we are strong but..)
Semua terjadi, penyakit, hal yang mengerikan, saya tahu bahwa saya tidak kuat (sebelum terjadi sesuatu yang kita pikir kita kuat tapi ..)

It was winter, I was home and I awaited for the day of my first surgery. These were very dark days, and that time I read the book of job and I was encouraged by it. But I was losing my strength as the days went by. The pastors of the church came to visit me and they prayed for me, but I wasn't encouraged, because I saw just empty faces staring at me. When I looked into their faces, I lost all knowledge about God. I couldn't believe what was happening to me. I couldn't believe that I was that man with the terrible sickness.
Saat itu musim dingin, saya ada di rumah dan saya menunggu untuk hari operasi pertama saya. Ini hari yang sangat gelap, dan waktu itu saya membaca kitab Ayub dan saya terpacu oleh itu. Tapi saya kehilangan kekuatan seperti hari-hari berlalu. Pendeta dari gereja datang untuk mengunjungi saya dan mereka berdoa untuk saya, tapi saya tidak terpacu, karena saya melihat hanya wajah kosong menatapku. Ketika melihat ke wajah mereka, aku kehilangan semua pengetahuan tentang Tuhan. Saya tidak percaya apa yang terjadi padaku. Saya tidak percaya bahwa saya adalah pria dengan penyakit yang mengerikan.

I was in shock all the time and horror filled my mind. I read from the book of Job "What?... Shall we recieve good at the hand of God, and shall we not receive evil? Job 2:10 "He shall deliver thee in six troubles; yea in seven there shall no evil touch thee." Job 5:19. One of my friends gave me some verses from the bible, but I failed in the spirit. This was a very hard moments for me, but God gave me the strength.
Aku shock sepanjang waktu dan hal mengerikan memenuhi pikiran saya. Saya membaca dari kitab Ayub "Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Ayub 2:10 "Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka." Ayub 05:19. Salah satu teman saya memberi saya beberapa ayat dari Alkitab, tetapi saya gagal dalam roh. Ini adalah saat-saat yang sangat sulit bagi saya, tapi Tuhan memberi saya kekuatan.

And than it was time for the first surgery, it was sunday night I went to hospital, The room was for two people, it was without day light (dark room). The surgery was the next morning. I woke up in another room and there was one kid in very bad pain, I tried to help Him, but I couldn't even move my fingers. That hospital room had lots of pain within. After the surgery, I was moved back to the first room. I was in very critical condition, with the number of tumor counts in my blood of 15300, while normal count is 0-7. It seemed hopeless as I saw the doctors' empty faces.
Dan lalu waktu untuk operasi pertama, itu terjadi Minggu malam saya pergi ke rumah sakit, Ruangan itu untuk dua orang, tanpa cahaya (kamar gelap). Operasi dilakukan keesokan harinya. Aku terbangun di ruangan lain dan ada satu anak sakit sangat parah, saya mencoba untuk membantunya, tapi aku bahkan tidak bisa menggerakan jari-jari saya. Kamar rumah sakit memiliki banyak rasa sakit dalamnya. Setelah operasi, saya dipindahkan kembali ke ruang pertama. Saya dalam kondisi sangat kritis, dengan jumlah jumlah tumor dalam darah saya 15300, sementara jumlah normal adalah 0-7. Tampak tak mempunyai harapan ketika saya melihat wajah-wajah kosong dokter.

I felt better at first, but all of a sudden a very bad pain hit me in my chest. It was the most terrible pain I have experienced in my life. It felt like an explosions in my chest, my body was jumping from the pain. They gave me painkilling shots every 30 minutes, but it didn't help me, I was dying. My father was crying, It was real nightmare, my heart was broken. I cannot explain the excruciating pain in my body and soul. And when I saw my father crying, for the first time since my troubles started, I cried too. My soul was crushed, and I told Him to pray. My father told me later that He had suicidal thoughts in those moments.
Saya merasa lebih baik pada awalnya, tetapi tiba-tiba sakit yang sangat parah menimpa saya di dada saya. Itu adalah rasa sakit yang paling mengerikan yang saya alami dalam hidup saya. Rasanya seperti ada ledakan di dada saya, tubuh saya melompat dari rasa sakit itu. Mereka memberi saya penghilang rasa sakit tembakan setiap 30 menit, tapi itu tidak membantu saya, saya sedang sekarat. Ayah saya menangis, itu adalah mimpi buruk yang nyata, hati saya hancur. Saya tidak bisa menjelaskan rasa sakit luar biasa di tubuh dan jiwaku. Dan ketika saya melihat ayah saya menangis, untuk pertama kalinya sejak masalah ini dimulai, aku menangis juga. Jiwaku hancur, dan saya mengatakan kepadanya untuk berdoa. Ayah saya mengatakan kepada saya kemudian bahwa Ia memiliki pikiran untuk bunuh diri pada saat-saat itu.

I was in terrible pain and agony for five days. Friends and family came to visit me and They were very sad. It still upsets me when I write this. After five days I was transferred to the clinical hospital where cancer patients go to recover. This was a horror clinic, because you were either to live or to die. (horror clinic) in that clinic They put me on strong infusions and my pain stopped. Thanks to Jesus!
Aku kesakitan dan penderitaan selama lima hari. Teman dan keluarga datang untuk mengunjungi saya dan mereka sangat sedih. Ini masih mengganggu pikiran saya ketika saya menulis ini. Setelah lima hari saya dipindahkan ke rumah sakit klinis di mana pasien kanker memulihkan diri. Ini adalah sebuah klinik horor, karena Anda merasa baik untuk hidup atau mati. (klinik horor) di klinik mereka memberi saya di infus yang kuat dan rasa sakit saya berhenti. Terima kasih Yesus!

I stayed for two days in the hospital room alone with my father and I talked to Him about God. He was reading the bible all the time. He was not a christian then. Before I became ill, I never prayed for my father because I couldn't believe that a man like my father could become a christian. My brother said that He prayed for my father and God started the process of saving Him right in that hospital room.
Aku tinggal selama dua hari di kamar rumah sakit sendirian dengan ayah saya dan saya berbicara kepadanya tentang Allah. Dia membaca Alkitab sepanjang waktu. Dia bukan Kristen sebelumnya. Sebelum saya sakit, saya tidak pernah berdoa untuk ayah saya karena saya tidak bisa percaya bahwa orang seperti ayah saya bisa menjadi seorang Kristen. Adikku mengatakan bahwa Ia berdoa untuk ayah saya dan Tuhan memulai proses menyelamatkannya tepat di kamar rumah sakit.

Then I received chemotherapy, the first day my heart was beating like crazy. I was in a bad condition and in much pain.
Kemudian saya menerima kemoterapi, hari pertama jantungku berdetak kencang. Saya berada dalam kondisi buruk dan kesakitan.


That evening many brothers and sisters in Christ came and they prayed much for me. There was one sister who preached the gospel to my family and she visited me every day. When they prayed for me the other patients were amazed and they heard about God. I was laying in bed and my faith was still weak. I was just waiting to hear what the doctors were going to tell me. But I realized that I can't put my trust in people, because they are like myself, with doubts. They are just people.
Malam itu banyak saudara dan saudari dalam Kristus datang dan mereka berdoa banyak bagi saya. Ada satu saudara perempuan yang memberitakan Injil kepada keluarga saya dan dia mengunjungi saya setiap hari. Ketika mereka berdoa untuk saya, pasien lain kagum dan mereka mendengar tentang Allah. Aku berbaring di tempat tidur dan iman saya masih lemah. Aku hanya menunggu untuk mendengar apa yang akan dokter katakan kepadaku. Tapi saya menyadari bahwa saya tidak bisa menaruh kepercayaan saya pada orang, karena mereka seperti saya sendiri, dengan keraguan. Mereka hanya manusia.

Every hour I was given some soft of medication. When brothers and sisters came to pray for me, I realized that their love was solace to me. Some sick people in the room received Jesus and did repent from their sins, but others did not. One of them was dying, He was just flesh over bones. 
Setiap jam aku diberi beberapa obat ringan. Ketika saudara-saudara datang untuk berdoa bagi saya, saya menyadari bahwa cinta mereka adalah pelipur lara bagi saya. Beberapa orang sakit di ruang menerima Yesus dan bertobat dari dosa-dosa mereka, tetapi yang lain tidak. Salah satunya sedang sekarat, dia hanya daging yang membungkus tulang.

I woke up every morning at 5 o'clock, and every day at that time, there was a woman cleaning the rooms and I wished to be the one who did the cleaning. I was admiring that woman every morning when I saw Her in my room. I could see the great difference between her and mine.
Aku bangun setiap pagi pukul 5, dan setiap hari pada waktu itu, ada seorang wanita membersihkan kamar dan saya ingin menjadi orang yang membersihkan. Aku mengagumi wanita yang setiap pagi aku lihat di kamar saya. Aku bisa melihat perbedaan besar antara dia dan saya.

Our lives were two different worlds. I watched people in their homes from my hospital window; I wanted to be home like them, nothing more. But that was far away from me. Every morning I saw that sick man, who was just bones, brushing his teeth. I wondered about that man because He was dying and still brushing His teeth. What does it matter when you're dying, I thought. I didn't even have hope for myself to brush my teeth. To be in the hospital was terrible, It was hell on earth for me. One morning someone died in another room, someone who was missing some parts of His body; I saw how people were suffering from horrible pain.
Hidup kita adalah dua dunia yang berbeda. Saya melihat orang-orang di rumah mereka dari jendela rumah sakit; Aku ingin kembali ke rumah seperti mereka, tidak lebih. Tapi itu tidak mungkin bagi saya. Setiap pagi saya melihat orang sakit, hanya tinggal tulang, menyikat giginya. Aku bertanya-tanya tentang pria itu karena dia sedang sekarat dan masih menyikat giginya. Apa bedanya ketika Anda sedang sekarat, saya pikir. Aku bahkan tidak punya harapan untuk diriku sendiri untuk menyikat gigi. Berada di rumah sakit itu mengerikan, itu adalah neraka di bumi bagiku. Suatu pagi seseorang meninggal di ruangan lain, seseorang yang hilang beberapa bagian tubuhnya; Saya melihat bagaimana orang-orang yang menderita sakit mengerikan.

One day when my brothers and sisters were praying for me, My father said to them: "If God will spare the life of my Son, I will follow Him all my life." And this is exactly what happened. When I left the hospital my brother said: "This is the day for going home", but I didn't feel free because I knew that this would continue, because I had just one chemotherapy treatment and the treatments were once per month. one week I got chemotherapy and 3 weeks I had terrible pause when I became a little stronger, I got the second chemotherapy treatment. After the treatment I was feeling very bad, I vomited all food, I had nightmares and fears. I felt the tumor moving in my body and I was spitting blood. We were very scared about that blood, and the doctors ordered me back to the hospital. I was in the same room. I received infusions and my blood count went down and They gave me 1,5 kg blood transfusion. I realized that health is the biggest problem in man's life, because if you don't have good health, your soul and spirit will go down.
Suatu hari, ketika saudara-saudara saya berdoa untuk saya, ayah saya berkata kepada mereka: "Jika Allah akan mengampuni kehidupan Anak saya, saya akan mengikuti-Nya sepanjang hidup saya." Dan ini persis apa yang terjadi. Ketika saya meninggalkan rumah sakit kakak saya mengatakan: "Ini adalah hari untuk pulang", tapi aku tidak merasa bebas karena saya tahu bahwa ini akan terus berlanjut, karena saya baru hanya sekali pengobatan kemoterapi dan perawatan yang sekali per bulan. Satu minggu aku kemoterapi dan 3 minggu aku punya jeda mengerikan ketika saya menjadi sedikit lebih kuat, saya mendapat pengobatan kemoterapi kedua. Setelah pengobatan saya merasa sangat buruk, saya memuntahkan semua makanan, aku punya mimpi buruk dan ketakutan. Aku merasa tumor bergerak dalam tubuh saya dan saya meludahkan darah. Kami sangat takut tentang darah itu, dan para dokter memerintahkan saya kembali ke rumah sakit. Aku berada di ruangan yang sama. Saya mendapat infus dan jumlah darah saya turun dan mereka memberi saya 1,5 transfusi kg darah. Saya menyadari bahwa kesehatan adalah masalah terbesar dalam hidup manusia, karena jika Anda tidak memiliki kesehatan yang baik, jiwa dan roh akan turun.

In those days one of my brothers was preaching the gospel to the sick people, while I was just lying in my bed and watching people repent and surrender to Jesus, some of them were dying.
Pada hari-hari itu salah satu saudara saya memberitakan Injil kepada orang-orang sakit, sementara aku hanya berbaring di tempat tidur dan menonton orang bertobat dan menyerahkan diri kepada Yesus, beberapa dari mereka sedang sekarat.

I had lost my hair from chemotherapy treatment. One friend and my brother had long hair and they cut their hair just to solace my ...Hah... When I was home those days, I felt the biggest fears in my life, which was from chemotherapy, It tortured my mind every morning when I woke up, I was paranoid, and I fought fear all the time. That was the most terrible thing in the world; I thought that I would go crazy. The fears came from my eyes (I can't explain). Is hard to explain where the fear came from. That terrible feeling was horror.
Saya telah kehilangan rambut saya dari pengobatan kemoterapi. Salah satu teman dan saudara saya memiliki rambut panjang dan mereka memotong rambut mereka hanya untuk hiburan saya ... Hah ... Ketika saya masih di rumah hari-hari itu, saya merasa ketakutan terbesar dalam hidup saya, yaitu kemoterapi, itu menyiksa pikiran saya setiap pagi ketika aku bangun, aku paranoid, dan saya berjuang melawan rasa takut sepanjang waktu. Itu adalah hal yang paling mengerikan di dunia ini; Saya berpikir bahwa saya akan menjadi gila. Ketakutan berasal dari mata saya (saya tidak bisa menjelaskan). Sulit untuk menjelaskan di mana rasa takut itu berasal. Perasaan mengerikan yang horor.

And I had nightmares, the fears which I have I read in the job 7:4, In those difficult moments with my fear, I found comfort in the thoughts that when I would die I would be free in heaven with The Lord Jesus. During the fears I would listen to the music band "Saviour Machine - Legend 2", And I was singing "and we shall always be with The Lord forever", That was big solace to me.
Dan saya punya mimpi buruk, ketakutan yang saya miliki saya baca di pekerjaan 7: 4, Pada saat-saat sulit dengan ketakutan saya, saya menemukan kenyamanan dalam pikiran bahwa ketika saya akan mati saya akan bebas di surga dengan Tuhan Yesus. Selama ketakutan saya akan mendengarkan musik band "Saviour Machine - Legend 2", Dan aku bernyanyi "and we shall always be with The Lord forever", Itu penghiburan besar bagi saya.

When the time for the second chemotherapy treatment came, My fears stopped for a while. This was when my father went to church for the first time. When He became a christian no one knew what happened with the old nature, He became new in Christ Jesus. My father's name is Stefan and He would say to other people that the Old Stefan is dead.
Ketika waktu untuk pengobatan kemoterapi kedua datang, ketakutan saya berhenti untuk sementara waktu. Ketika ayah saya pergi ke gereja untuk pertama kalinya. Ketika Ia menjadi Kristen tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan itu, Ia menjadi baru di dalam Kristus Yesus. Nama ayah saya adalah Stefan dan Dia akan mengatakan kepada orang lain bahwa  Stefan yang lama sudah mati.

Health is the biggest problem, many other problems are of our own making, and some problems are just in our heads. Sick people have the biggest problems and They need Jesus. When you are sick, you can't do anything. Jesus I prayed mostly for the sick people. Health is a gift from God, and I wasn't keeping my health before I became sick. For example, when I was 13-14 years old I started smoking cigarettes and I was feeling ashamed if the teachers would see me. How much do we need to feel ashamed before God, who gives us health, when we are destroying it?
Kesehatan adalah masalah terbesar, banyak masalah lain yang kita buat sendiri, dan beberapa masalah hanya di kepala kita. Orang sakit memiliki masalah terbesar dan mereka membutuhkan Yesus. Ketika Anda sakit, Anda tidak dapat melakukan apa-apa. Saya berdoa sebagian besar untuk orang sakit kepada Yesus. Kesehatan adalah karunia dari Allah, dan aku tidak menjaga kesehatan saya sebelum saya menjadi sakit. Misalnya, ketika saya berusia 13-14 tahun saya mulai merokok dan saya merasa malu jika guru melihat saya. Berapa banyak kita perlu merasa malu di hadapan Allah, yang memberikan kita kesehatan, ketika kita merusaknya?

I received the second chemotherapy treatment. It was very hard on me, but I received it somehow. We checked the results for the tumor cages(counts) in my blood and they were destroyed from 15300 counts to 13. Hallelujah! The first week I didn't have many problems, but the second week the fears came back again with bad pain in my spine. I laid for three days in pain. I got many drugs for that pain, but nothing helped me, and my blood become weak. I felt pain in my bones every day. I was eating much because I was nervous because I was concerned about me becoming weak. For the first time my blood was good till the next chemotherapy treatment.
Saya menerima pengobatan kemoterapi kedua. Hal itu sangat berat bagi saya, tetapi saya menerima itu entah bagaimana. Kami memeriksa hasil untuk tumor (jumlah) dalam darah saya dan mereka hancur dari 15.300 ke 13. Haleluya! Minggu pertama saya tidak memiliki banyak masalah, tapi minggu kedua ketakutan kembali lagi dengan rasa sakit yang buruk di tulang belakang saya. Selama tiga hari saya sakit. Saya mendapat banyak obat untuk sakit itu, tapi tidak ada yang membantu saya, dan darah saya menjadi lemah. Aku merasakan sakit di tulang saya setiap hari. Aku makan banyak karena aku gugup karena saya khawatir tentang saya menjadi lemah. Untuk pertama kalinya darah saya baik sampai pengobatan kemoterapi berikutnya.

I received the third chemotherapy treatment, and again in terrible pain and fears. I had some allergic reaction on my skin. I was in depresion. I watched how people lived and walked. I looked at myself and thought if I feel better, I am going to walk everywhere. For the first time my result were good, thanks to God! But my fears didn't leave me. I was wondering how I could live like that, because I was okay only while I was sleeping.
Saya menerima pengobatan kemoterapi ketiga, dan lagi kesakitan dan ketakutan. Aku punya beberapa reaksi alergi pada kulit saya. Aku depresi. Menyaksikan bagaimana orang hidup dan berjalan. Aku memandang diriku sendiri dan berpikir jika saya merasa lebih baik, saya akan berjalan di mana-mana. Untuk pertama kalinya hasil saya baik, terima kasih Tuhan! Tetapi ketakutan saya tidak pergi. Aku bertanya-tanya bagaimana saya bisa hidup seperti itu, karena saya baik-baik saja hanya sementara aku tertidur.

The fourth chemotherapy was the most terrible to me, the doctors gave to me drugs for sleeping because I couldn't handle the agony. I lost my strength and courage. Some patients ran away, they decided to die because they couldn't handle the hell of these treatments. God gave me strength to get through it.
Kemoterapi keempat adalah yang paling mengerikan bagi saya, para dokter memberi saya obat untuk tidur karena saya tidak bisa menangani penderitaan. Saya kehilangan kekuatan dan keberanian saya. Beberapa pasien lari, mereka memutuskan untuk mati karena mereka tidak bisa menghadapi neraka ini. Tuhan memberi saya kekuatan untuk melewatinya.

I those days, I felt bad pain in my bones at times. When I wasn't feeling pain I realized how much I need to respect those days, I did learn to appreciate the days that I was out of pain and I realized that the most important thing is one's health. I had gained some material things, which I loved before I bacame ill, but at that moment They meant nothing to me. Health was all I needed. I realized that the material things don't need to obsess us, because we may die any moment and nothing will keep its value, but only our spiritual condition.
Pada hari-hari itu, saya merasa sakit yang parah dalam tulang saya kadang-kadang. Ketika saya tidak merasa sakit aku menyadari betapa aku harus bersyukur, aku belajar untuk menghargai hari bahwa saya keluar dari rasa sakit dan saya menyadari bahwa hal yang paling penting adalah kesehatan seseorang. Saya selalu mencari hal materi, yang saya cintai sebelum saya sakit, tapi pada saat itu mereka tidak ada artinya bagiku. Kesehatan yang saya butuhkan. Saya menyadari bahwa kita tidak perlu terobsesi hal-hal materi, karena kita bisa mati setiap saat dan tidak akan bisa terus menjaganya, tetapi hanya kondisi rohani kita yang kita bawa.

Since all has been said, let us hear the conclusion of the whole matter: Fear God Keep His Commandments, For this is the whole duty of man. For God shall bring every work into judgment, with every secret thing, whether it be good, or whether it be evil. Ecclesiastes 12:13,14
Karena semua yang telah dikatakan, mari kita mendengar kesimpulan dari seluruh masalah: "...takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. 
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." 12: 13,14

When I had fears during those hard times, I realized that hell is when we don't have strong faith, and when the love or peace of God is lacking. If God would ever leave us, that would be the most terrible thing for us. When I looked at people who were without God, I saw Them from God's point of view. They were alone in their lives, without Christ and no peace of God in their hearts. This is a really sad, sad picture.
Ketika saya memiliki ketakutan pada saat-saat sulit itu, saya menyadari bahwa neraka adalah ketika kita tidak memiliki iman yang kuat, dan ketika cinta atau damai Allah kurang. Jika Tuhan akan meninggalkan kita, itu akan menjadi hal yang paling mengerikan bagi kita. Ketika saya melihat orang-orang yang tanpa Tuhan, saya melihat mereka dari sudut Allah pandang. Mereka sendirian dalam hidup mereka, tanpa Kristus dan tidak ada damai sejahtera Allah dalam hati mereka. Ini adalah gambaran yang sedih, benar-benar menyedihkan.

After the fourth treatment I had a four week break, because I was nearly destroyed. During the fifth chemotherapy, I was in the same room and I learned that the man who brushed His teeth every morning, had died. The fifth chemotherapy was ugly, and I was given very strong medication for sleeping, I was drugged up and was sleeping for one week, after which I was in excruciating pain (long story). The doctors did tests of my chest and the tumor was there. They thought that it was something else and decided to do surgery. That was bad, but for me it was better than chemotherapy.
Setelah pengobatan keempat saya memiliki empat minggu istirahat, karena saya hampir hancur. Selama kemoterapi kelima, aku berada di ruangan yang sama dan saya belajar bahwa orang yang menggosok giginya setiap pagi, telah meninggal. Kemoterapi kelima sangat parah, dan saya diberi obat yang sangat kuat untuk tidur, saya dibius dan tidur selama satu minggu, setelah itu aku berada di sakit yang luar biasa (cerita yang panjang). Para dokter melakukan tes dada saya dan tumor itu ada. Mereka berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang lain dan memutuskan untuk melakukan operasi. Itu buruk, tapi bagi saya itu lebih baik daripada kemoterapi.

The surgery was one more hell for me, a period with a lot of pain and agony. The tumor in my chest was almost 1 kg. I called it the beast in my chest, I was mad because of that tumor; I was mad and I thought if that is some living thing, I will kill it with my own hands. The good thing was that the tumor was not attached to my lungs. Thanks to God. If That would have been the case, the doctors would have to cut into my lungs. God had opened doors in the clinic for the best doctors to be present, the worst thing was that They told me, that I had to have two more chemotherapy treatments. This brought me in deep depression, fear and anger. I had very bad experiences in my body and soul in the days after. On top of this all, I was informed that the young man who was in the hospital room with me, had died. I was very sad in all that pain and the very worse fell upon me like hell itself. almost all patients in that room died.
Operasi adalah salah satu neraka lagi bagiku, jangka waktu dengan banyak rasa sakit dan penderitaan. Tumor di dada saya hampir 1 kg. Saya menyebutnya binatang di dada saya, saya marah karena tumor itu; Saya marah dan saya pikir jika itu adalah beberapa hal yang hidup, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Hal yang baik adalah bahwa tumor itu tidak melekat pada paru-paru saya. Terimakasih Tuhan. Jika terjadi kasus ini, para dokter harus memotong paru-paru saya. Tuhan telah membuka pintu di klinik untuk dokter terbaik untuk hadir, hal terburuk adalah bahwa mereka mengatakan kepada saya, bahwa saya harus memiliki dua perawatan kemoterapi lagi. Hal ini membawa saya dalam depresi berat, takut dan marah. Saya memiliki pengalaman yang sangat buruk dalam tubuh dan jiwa saya setelah hari itu. Di atas ini semua, saya diberitahu bahwa pemuda yang berada di kamar rumah sakit dengan saya, telah meninggal. Aku sangat sedih dalam semua rasa sakit dan sesuatu yang sangat parah menjatuhi saya seperti neraka itu sendiri. Hampir semua pasien di ruangan itu meninggal.

I got those two chemo treatments, which was again and again hell for me. I experienced this as if someone put demons into my veins. The doctors had to stop in the middle of the treatment, because I had terrible pain and if They would have continued, bad things could have happened to me. So They stopped.
Aku punya dua perawatan kemoterapi, yang lagi dan lagi neraka bagi saya. Saya mengalami hal ini seolah-olah seseorang menaruh setan ke dalam pembuluh darahku. Para dokter harus berhenti di tengah-tengah pengobatan, karena saya kesakitan dan jika mereka akan terus, hal-hal buruk bisa terjadi pada saya. Jadi mereka berhenti.

I got back home, only with pains and depresions. I thought, what about me living all the time with the same thing, "MADNESS". After a few weeks I felt pain in my left hip and it seemed as if I was addicted to pain itself ( But not I say this in anger). Then I felt pain in my right hip too. That was a new pain, it was destruction of my hips caused by the chemo treatments. I was angry with one doctor and I told Him not to give me the second chemotherapy. But He said that I must take it, if I wouldn't get that last chemotherapy I would be good with my hips. That was a difficult period and everything that I loved was to stay in the house of God throughout my days and in the peace of God. So that I love nothing else but Him.
Aku kembali ke rumah, hanya dengan rasa sakit dan depresi. Saya berpikir, bagaimana saya hidup sepanjang waktu dengan hal yang sama, "GILA". Setelah beberapa minggu saya merasakan sakit di pinggul kiri saya dan tampaknya seolah-olah aku kecanduan rasa sakit itu sendiri (Tapi tidak saya mengatakan ini dalam kemarahan). Lalu aku merasakan sakit di pinggul kanan saya juga. Itu adalah rasa sakit yang baru, kehancuran pinggul itu yang disebabkan oleh perawatan kemoterapi. Saya marah dengan satu dokter dan saya mengatakan kepadanya untuk tidak memberi saya kemoterapi kedua. Tapi dia mengatakan bahwa saya harus menerimanya, jika saya tidak akan mendapatkan kemoterapi terakhir aku akan membaik dengan pinggulku. Itu adalah masa sulit dan semua yang saya cintai adalah tinggal di rumah Allah sepanjang hari saya dan dalam damai Tuhan. Jadi yang saya cintai tidak ada yang lain selain Dia.

In those days, I saw who were really my friends. My ex girlfriend Mishela was with me and I'm thankful to Her. I observed that through all bad things which God allows, something good will come from it, be it in this life or some benefit for our eternal life. With all the things happening in our lives, I came to understand that every plan we make in our minds will come to pass if God allows it. Even if I make plans, it may disappear in one moment. I realized that man will die one day and that He needs to be ready to leave everything of this world behind. I realized that the problem with most people is that They don't believe in death. We as human beings, believe that death is far away from this moment of our lives. This is blindness of all mankind.
Pada hari-hari itu, saya melihat yang benar-benar teman-teman saya. mantan pacar saya Mishela dengan saya dan saya berterima kasih kepadanya. Saya mengamati bahwa melalui semua hal-hal buruk yang Allah memungkinkan, sesuatu yang baik akan datang dari itu, baik dalam kehidupan ini atau beberapa manfaat bagi kehidupan kekal kita. Dengan semua hal yang terjadi dalam hidup kita, saya memahami bahwa setiap rencana yang kita buat dalam pikiran kita akan terjadi jika Tuhan mengijinkannya. Bahkan jika saya membuat rencana, mungkin akan hilang dalam satu saat. Saya menyadari bahwa manusia akan mati satu hari dan dia harus siap untuk meninggalkan segala sesuatu di dunia ini di belakang. Saya menyadari bahwa masalah dengan kebanyakan orang adalah bahwa mereka tidak percaya pada kematian. Kita sebagai manusia, percayalah bahwa kematian adalah jauh dari saat ini kehidupan kita. Ini adalah kebutaan seluruh umat manusia.

(Ps 39:5-7) 5 You have made my days a mere handbreadth; The span of my years is as nothing before you. Each man's life is but a breath. Selah. 6 Man is a mere phantom as He goes to and fro: He bustles about, but only in vain; He heaps up wealth, not knowing who will get it.
7 But now, Lord, what do I look for? My hope is in You.
(Mzm 39: 5-7) 5 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela 
39:6 (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti. 

In 2001 my sorrows ended, Thanks to the Lord. I am totally healed from that ugly sickness. I was just bones, but I have since gained 30 kg. I am alive and I can write this. Once I was dying, but now I am alive. I have still problems with my hips but I don't know what God wants with that, maybe I am in some situation like Paul. But in that dark period of my life, my Father became a christian and the patients who died in my room have all repented from their sins and they received salvation, which is most important. People that I have met in the hospital have been saved. My reality is that one day that one day You and I will be in God's hands. We may face a lot of problems in this world. But if the whole world crashes down and my life is full with problems, I know that God is there and that He always has a plan for us. One day we will be free from all problems of this world.
Pada tahun 2001 kesedihanku berakhir, Terima kasih Tuhan. Saya benar-benar sembuh dari penyakit yang buruk. Aku hanya tinggal tulang, tetapi saya telah bertambah 30 kg. Aku hidup dan saya bisa menulis ini. Saya sekarat, sekarang saya hidup. Aku masih punya masalah dengan pinggul saya, tetapi saya tidak tahu apa yang Tuhan ingin dengan itu, mungkin saya dalam beberapa situasi seperti Paul. Tapi dalam periode gelap kehidupan saya, ayah saya menjadi seorang Kristen dan pasien yang meninggal di kamar saya semua bertobat dari dosa-dosa mereka dan mereka menerima keselamatan, yang paling penting. Orang yang saya temui di rumah sakit telah diselamatkan. Kenyataannya adalah bahwa satu hari, bahwa suatu hari Anda dan saya akan berada di tangan Allah. Kita mungkin menghadapi banyak masalah di dunia ini. Tetapi jika seluruh dunia jatuh ke bawah dan hidup saya penuh dengan masalah, saya tahu bahwa Allah ada dan bahwa Dia selalu memiliki rencana bagi kita. Suatu hari kita akan bebas dari semua masalah di dunia ini.

If you face difficulties at this time stay strong until the end, don't give up, for God will do the best for you.
Jika Anda menghadapi kesulitan saat ini tetap kuat sampai akhir, jangan menyerah, karena Allah akan melakukan yang terbaik untuk Anda.

Look at this crazy world of sin. watch the news on tv, news of the new sins of this world, people kill, people hate, people are without shame, everything is done for money and man's glory, sick minds, sick religion, sick perversity, worldly modern christianity, etc. Nothing, Nothing from this world of sin. Throw away this world. Just read the clean word of our Lord Jesus and you will see that it makes the difference in this crazy world. Keep the way of Jesus; Keep the day. Don't look on people. Put you trust in God, because people are not perfect. If you are in problems, always remember that there is light behind the dark period of your life. God is always there and He has always a plan.
Lihatlah dunia ini gila dosa. menonton berita di tv, berita dari dosa-dosa baru dari dunia ini, orang membunuh, orang membenci, orang yang tak punya malu, semuanya dilakukan untuk uang dan kemuliaan manusia, pemikiran yang sakit, agama yang sakit, kesesatan yang sakit, dunia modern kristen, dll. Tidak ada, tidak ada dari dunia berdosa ini. Buang dunia ini. Hanya membaca Firman suci Yesus Tuhan kita dan Anda akan melihat bahwa itu membuat perbedaan di dunia yang gila. Berjalan dengan Yesus; Jaga harimu. Jangan melihat pada orang-orang. Fokus dan percaya pada Tuhan, karena orang-orang tidak sempurna. Jika Anda berada di masalah, selalu ingat bahwa ada cahaya di belakang periode gelap kehidupan Anda. Tuhan selalu ada dan Dia selalu mempunyai rencana.



Q: What you think about the church that blessing the gay and lesbian marriage?
Q: Apa pendapatmu tentang gereja yang memberkati pernikahan LGBT?
A: I think they are not church anymore... this is crazy time ....
A: Saya pikir mereka sudah bukan gereja lagi ... ini adalah jaman yang gila ....

Q: What do you think about Indonesia? Would you like to have a gig in Indonesia someday?
Q: Apa pendapat kalian tentang Indonesia? Apa kalian ingin bermain di Indonesia nantinya?
A: Nothing just that have great nature and lot of muslims and only band that I know was Kekal they were great ambasadors of your country A: Tidak hanya yang memiliki alam yang besar dan banyak muslim dan hanya band yang aku tahu adalah Kekal mereka duta besar negara Anda


Q: What do you guys think about the radical terrorist acts by ISIS and others?
Q: Apa pendapatmu tentang gerakan radikal teroris oleh ISIS dan yang lainnya?
A: I never waste energy on thinking about those isues because we can't know the truth among worldly politics etc. I only know that prince of this world is the satan...we don't need to think much about it, we only need to be careful and recognize the times...
A: Saya tidak pernah membuang-buang energi untuk memikirkan isu mereka karena kita tidak bisa mengetahui kebenaran antara politik duniawi dll Saya hanya tahu bahwa penguasa dunia ini adalah Setan ... kita tidak perlu berpikir banyak tentang hal itu, kita hanya perlu berhati-hati dan mengenali tanda-tanda jaman ...


Q: Tell us about your album "The Last"?
Q: Ceritakan tentang album kalian "The Last"?
A: It's different from the previous albums, soft melancholic but with hope... We try strongly to express our emotions thru music not focusing on technical playing etc.
We were so happy that on this album our guest was Torb from Veni Domine I am fan many years and never thought that one day I will have him as a guest!
A: Ini berbeda dari album-album sebelumnya, lembut melankolis tapi dengan harapan ... Kami mencoba kuat untuk mengekspresikan emosi kita melalui musik tidak berfokus pada bermain teknis dll
Kami sangat senang bahwa di album ini tamu kita adalah Torb dari Veni Domine Saya penggemar bertahun-tahun dan tidak pernah berpikir bahwa suatu hari aku akan bersama dia sebagai tamu!


Q: What is the hardest thing you've ever faced with this band?
Q: Apa hal tersulit yang kalian hadapi dengan band ini?
A: because it's not full band no hard things just pleasure doing my favorite hobby 
A: karena ini band yang tidak penuh personilnya tidak ada hal-hal yang keras hanya senang melakukan hobi favorit saya


Q: What are your plans for the future? Any last word for Indonesian Metalheads?
Q: Apa rencana kalian kedepan? Ada pesan untuk metalhead di Indonesia?
A: I plan some more members and to leave place for them to write music, to not be just me writting... will try to mix the writing and to go in some different sound.
A: Saya berencana lagi menambah anggota dan meninggalkan tempat bagi mereka untuk menulis musik, tidak hanya saya menulis ... akan mencoba untuk mixing menulis dalam beberapa suara yang berbeda.

Last words hmmm maybe this words from Seraphim Rose: “Everything in this life passes away — only God remains, only He is worth struggling towards. We have a choice: to follow the way of this world, of the society that surrounds us, and thereby find ourselves outside of God; or to choose the way of life, to choose God Who calls us and for Whom our heart is searching.”
kata-kata terakhir hmmm mungkin ini kata-kata dari Seraphim Rose: "Segala sesuatu dalam hidup ini berlalu - hanya Tuhan tetap, hanya Dia layak diperjuangkan. Kita memiliki pilihan: mengikuti jalan dunia ini, masyarakat yang mengelilingi kita, dan dengan demikian menemukan diri kita di luar Tuhan; atau untuk memilih cara hidup, untuk memilih Tuhan yang memanggil kita dan untuk Siapa hati kita sedang mencari. "



Read more